Brand Yang Pernah Gagal Redesign Packaging

Sumber gambar : jurnal.id

 

Pernah denger tentang redesign packaging, kan? Biasanya, tujuan dari redesign ini adalah untuk membuat kemasan produk jadi lebih menarik, modern, dan relevan dengan tren saat ini. Tapi, nggak semua upaya redesign berhasil loh! Ada juga brand-brand besar yang mengalami kegagalan dalam proses ini. Yuk, kita bahas beberapa brand yang pernah gagal redesign packaging mereka!

 

  1. Tropicana

 

 

Siapa yang nggak kenal sama Tropicana, brand jus jeruk yang udah mendunia ini? Nah, pada tahun 2009, Tropicana memutuskan untuk merubah desain kemasan mereka secara total. Desain lama yang ikonik dengan gambar jeruk dan sedotan diganti dengan desain yang lebih minimalis dan modern. Mereka berharap desain baru ini akan menarik lebih banyak konsumen. 

 

Sayangnya, hasilnya justru sebaliknya. Konsumen merasa kehilangan ikatan emosional dengan produk yang biasa mereka beli. Desain baru dianggap terlalu simpel dan tidak menarik. Penjualan jus Tropicana turun drastis, sampai 20% hanya dalam beberapa bulan pertama. Akhirnya, Tropicana kembali ke desain lama setelah menghabiskan jutaan dolar untuk kampanye redesign yang gagal ini.

 

  1. Gap

Sumber gambar : bettermarketing.pub

 

Gap, brand fashion terkenal, juga pernah mengalami kegagalan redesign packaging yang cukup besar. Pada tahun 2010, Gap memutuskan untuk mengganti logo mereka yang sudah bertahan selama lebih dari 20 tahun. Logo klasik dengan tulisan “GAP” putih di dalam kotak biru diganti dengan desain yang lebih minimalis dengan tulisan “Gap” hitam di sebelah kotak biru kecil.

 

Respon dari konsumen dan penggemar Gap sangat negatif. Mereka merasa bahwa logo baru ini tidak mencerminkan identitas dan warisan brand yang sudah mereka kenal dan cintai. Hanya dalam waktu seminggu, Gap akhirnya kembali ke logo lama mereka setelah mendapatkan kritik yang sangat keras dari publik.

 

  1. Coca-Cola

Sumber gambar : businessinsider.com

 

Coca-Cola, brand minuman bersoda terbesar di dunia, juga nggak luput dari kesalahan redesign packaging. Pada tahun 1985, Coca-Cola memperkenalkan produk baru bernama “New Coke”. Tujuan dari produk ini adalah untuk memperbarui resep klasik Coca-Cola dan memperkenalkan desain kaleng yang lebih modern.

 

Namun, penggemar Coca-Cola sangat kecewa dengan perubahan ini. Mereka merasa bahwa rasa baru tidak sebaik rasa klasik dan desain kemasan baru tidak menarik. Protes dan keluhan dari konsumen sangat besar, sampai akhirnya Coca-Cola kembali meluncurkan produk lama dengan nama “Coca-Cola Classic”. Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Coca-Cola tentang pentingnya mendengarkan konsumen mereka.

 

  1. Hershey’s

Sumber gambar : neogaf.com

 

Pada tahun 2009, Hershey’s, brand cokelat terkenal dari Amerika Serikat, melakukan redesign logo yang cukup signifikan. Logo klasik dengan tulisan “Hershey’s” dan gambar ikon lonceng cokelat diganti dengan tulisan yang lebih modern dan gambar grafis yang lebih simpel.

 

Sayangnya, desain baru ini tidak diterima dengan baik oleh konsumen. Banyak yang merasa bahwa desain baru tersebut tidak sesuai dengan identitas brand yang sudah mereka kenal sejak lama. Akhirnya, Hershey’s kembali melakukan perubahan pada desain mereka agar lebih sesuai dengan keinginan konsumen.

 

  1. Pepsi

Sumber gambar : canny-creative.com

 

Pepsi juga pernah mengalami kegagalan dalam redesign packaging. Pada tahun 2008, Pepsi memperkenalkan desain baru untuk logo mereka. Desain ini menampilkan tulisan “pepsi” dengan huruf kecil dan logo bulat yang dimodifikasi.

 

Desain ini mendapat kritik karena dianggap terlalu mirip dengan logo perusahaan lain dan tidak mencerminkan identitas Pepsi yang sudah dikenal. Banyak konsumen merasa bingung dan tidak suka dengan perubahan ini. Meskipun akhirnya Pepsi tetap menggunakan desain ini, proses adaptasinya memakan waktu lebih lama dan butuh banyak penyesuaian.

 

Pelajaran dari Kegagalan Redesign

Nah, dari beberapa contoh di atas, kita bisa belajar banyak hal tentang proses redesign packaging:

 

  1. Pahami Identitas Brand: Penting untuk selalu memahami dan menjaga identitas brand saat melakukan redesign. Perubahan yang terlalu drastis bisa membuat konsumen merasa kehilangan koneksi dengan brand.

 

  1. Libatkan Konsumen: Mendengarkan feedback dari konsumen sebelum, selama, dan setelah proses redesign sangat penting. Hal ini bisa membantu mengidentifikasi masalah lebih awal dan mencegah kegagalan besar.

 

  1. Jangan Terlalu Simpel: Desain minimalis memang sedang tren, tapi jangan sampai mengorbankan elemen penting yang membuat brand mudah dikenali dan disukai.

 

  1. Uji Coba dan Riset Pasar: Sebelum meluncurkan desain baru, lakukan uji coba dan riset pasar untuk melihat respon konsumen. Ini bisa membantu mengukur keberhasilan desain sebelum diluncurkan secara luas.

 

Redesign packaging memang penting untuk menjaga brand tetap relevan dan menarik di mata konsumen. Tapi, seperti yang kita lihat dari contoh-contoh di atas, perubahan yang salah bisa berdampak negatif. Jadi, selalu pastikan untuk memahami identitas brand, melibatkan konsumen, dan melakukan riset pasar yang mendalam sebelum melakukan redesign.