Kapan Barcode Pertama Kali Digunakan pada Kemasan: Jejak Sejarah dan Dampaknya

Sumber gambar : logisticshalloffame.net

 

Barcode adalah elemen yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari kita, muncul di hampir setiap produk yang kita beli. Namun, tidak banyak yang tahu tentang sejarah menarik dari barcode dan bagaimana mereka merevolusi kemasan produk dan ritel. Mari kita jelajahi cerita tentang kapan barcode pertama kali digunakan pada kemasan dan dampaknya pada industri.

 

Sumber gambar : pinterest.com

 

Lahirnya Konsep Barcode

 

Ide barcode dimulai pada akhir 1940-an. Semuanya berawal ketika Bernard Silver, seorang mahasiswa pascasarjana di Drexel Institute of Technology di Philadelphia, mendengar percakapan antara seorang eksekutif supermarket dan seorang dekan tentang kebutuhan sistem untuk membaca informasi produk secara otomatis saat checkout. Silver berbagi ide ini dengan temannya, Norman Joseph Woodland, yang juga tertarik.

 

Desain awal Woodland terinspirasi oleh kode Morse, menggunakan garis panjang dan pendek untuk mewakili data. Dia membayangkan sebuah sistem yang bisa mengkodekan informasi dan dibaca secara otomatis. Woodland dan Silver bekerja pada konsep ini dan akhirnya mematenkan penemuan mereka pada tahun 1952. Namun, teknologi pada masa itu belum cukup maju untuk mengimplementasikan ide mereka secara efektif.

 

Sumber gambar : idntimes.com

 

Pengembangan dan Penerapan Awal

 

Pada awal 1970-an, teknologi mulai mengejar ide Woodland dan Silver. IBM, salah satu perusahaan teknologi terkemuka pada saat itu, mulai mengembangkan sistem barcode yang lebih praktis dan dapat diterapkan dalam industri. George Laurer, seorang insinyur di IBM, memainkan peran kunci dalam merancang barcode Universal Product Code (UPC) yang kita kenal hari ini.

 

Pada 26 Juni 1974, sejarah dibuat di sebuah supermarket Marsh di Troy, Ohio, ketika untuk pertama kalinya sebuah produk dengan barcode UPC dipindai. Produk tersebut adalah sebungkus permen karet Wrigley’s Juicy Fruit. Pemindaian pertama ini menandai awal dari revolusi dalam industri ritel dan kemasan.

 

Sumber gambar : pinterest.com

 

Mengapa Barcode Penting?

 

  1. Efisiensi dan Akurasi: Sebelum barcode, kasir harus memasukkan harga dan informasi produk secara manual, yang tidak hanya memakan waktu tetapi juga rentan terhadap kesalahan. Dengan barcode, proses checkout menjadi lebih cepat dan lebih akurat, mengurangi waktu antrian dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

 

  1. Manajemen Inventaris: Barcode memungkinkan pelacakan inventaris yang lebih efisien. Setiap kali produk dipindai, sistem secara otomatis memperbarui stok yang tersedia, membantu pengecer mengelola persediaan dengan lebih baik dan mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok.

 

  1. Analisis Data: Dengan barcode, pengecer bisa mengumpulkan data penjualan yang berharga, seperti produk mana yang paling laku, kapan waktu puncak penjualan, dan pola pembelian pelanggan. Informasi ini dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Sumber gambar : dsi.printer.co.id

Evolusi dan Inovasi

 

Seiring waktu, barcode terus berkembang. Dari barcode linear (1D) yang sederhana, teknologi telah berkembang ke barcode 2D seperti QR code yang dapat menyimpan lebih banyak informasi dalam ruang yang lebih kecil. QR code dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari pembayaran digital hingga akses cepat ke situs web dan informasi produk.

 

Selain itu, teknologi seperti RFID (Radio Frequency Identification) menawarkan alternatif yang lebih canggih untuk barcode tradisional. RFID memungkinkan pelacakan produk tanpa perlu pemindaian langsung, sehingga lebih efisien dalam manajemen inventaris dan logistik.

 

Sumber gambar : qrcode.tiger.com

 

Dampak Barcode pada Industri dan Kehidupan Sehari-Hari

 

Penerapan barcode telah membawa dampak signifikan pada berbagai sektor industri. Di bidang kesehatan, barcode digunakan untuk melacak obat-obatan dan peralatan medis, memastikan keselamatan pasien dan efisiensi operasional. Di bidang transportasi dan logistik, barcode membantu dalam pelacakan paket dan pengiriman, meningkatkan kecepatan dan keandalan layanan.

 

Bagi konsumen, barcode juga menawarkan manfaat yang tak terhitung. Selain mempercepat proses checkout di toko, barcode juga memungkinkan pengecekan harga dan informasi produk melalui aplikasi smartphone, memberikan lebih banyak transparansi dan kontrol kepada konsumen.

Sejak pertama kali digunakan pada kemasan pada tahun 1974, barcode telah mengubah cara kita berinteraksi dengan produk dan informasi. Dari checkout yang lebih cepat hingga manajemen inventaris yang efisien, barcode telah membawa revolusi dalam industri ritel dan banyak sektor lainnya. Sebagai generasi muda, memahami sejarah dan dampak barcode memberikan wawasan tentang bagaimana inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terus berkembangnya teknologi, siapa tahu inovasi apa lagi yang akan kita lihat di masa depan?